Sponsor

Liverpool FC
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Informasi Psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2016

Tugas Sistem Informasi Psikologi 3

Harapan dan Impian

Setiap manusia pasti memiliki harapan dan impian yang berbeda-beda. Harapan dan impian akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman individu. Saat SMP saya ingin sekali jika sudah dewasa memiliki usaha yang bergerak di bidang kuliner, atau menjadi tuor guide karena saya senang sekali dapat memandu turis asing berkeliling Indonesia untuk memperkenalkan betapa cantiknya pariwisata yang dimiliki Indonesia.
Harapan saya ke depan, saya ingin lulus kuliah tepat waktu tahun 2017 dan dapat di wisuda bulan Oktober 2017, saya juga ingin langsung bekerja setelah lulus kuliah, suatu saat nanti saya dapat memiliki usaha di bidang kuliner atau perumahan, saya juga ingin memberangkatkan kedua orang saya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji, saya ingin menyekolahkan adik saya sampai lulus perguruan tinggi, saya juga ingin pergi ke Inggris terutama ke Liverpool dan menonton langsung pertandingan Liverpool FC di Anfield Stadium bersama pasangan saya, serta saya juga ingin dapat mewujudkan apa saja yang diinginkan oleh kakek dan nenek saya.

Rabu, 09 November 2016

Tugas Sistem Informasi 2 -- Analisa Kasus

Tema      :  Cyberbullying (Psikologi Sosial)




Perkembangan dunia dalam bindang teknologi informasi (IT) sekarang ini berkembang dengan pesatnya, apalagi dalam dunia internet atau dapat disebut juga dengan istilah dunia maya. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya kalangan pengguna internet, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, dan lain sebagainya. Internet merupakan media teknologi yang sangat mudah dan cepat diakses oleh semua orang untuk mecari segala informasi. Kadang kali manusia bebas melakukan apa saja diinternet tanpa memikirkan dapak negative maupun positif dari penggunaan internet itu sendiri. Peran remaja tidak bisa dilepaskan dari internet, termasuk di dalamnya sosial media. Tidak seperti orang dewasa yang pada umumnya sudah mampu mem-filter hal-hal baik ataupun buruk dari internet, remaja sebagai salah satu pengguna internet justru sebaliknya. Selain belum mampu memilah aktivitas internet yang bermanfaat, mereka juga cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial mereka tanpa mempertimbangkan terlebih dulu efek positif atau negatif yang akan diterima saat melakukan aktivitas internet tertentu (Qomariyah, 2011).

Baru-baru ini sedang hangat-hangatnya dengan kasus seorang pelajar perempuan yang berasal dari Medan sebagai bahan pembicaraan di dunia maya. Remaja SMA yang bernama Sonya Depari terlihat sedang berdebat seorang polwan dan mengaku bahwa dia seorang anak jendral BNN Arman Depari di sebuah video yang tersebar luas di internet. Akibatnya, dari pihak netizen yang melihat kejadian itu kurang senang dengan tindakan Sonya dan menanggapi dengan pem-bully-an yang kurang pas. Sonya bisa dibilang merupakan korban cyberbullying. kehidupan koraban akan terganggu akibat cyberbullying yang diberikan oleh netizen. Apalagi dengan maraknya pengguna internet yang melakukan cyberbullying terhadap Sonya secara berulang dan berkelanjutan. Korban akan semakin merasa terintimidasi dan ditindas secara online. Hal ini akan membuat korban mengalami gangguan psikologis akibat cyberbullying. Juvonen (2008) mengungkapkan bahwa berkembangnya penggunaan teknologi komunikasi khususnya pada remaja, dunia maya menjadi wadah baru yang beresiko bagi aksi kekerasan. Efek negatif dalam berinternet yang akhirnya menimbulkan perilaku kekerasan pada dunia maya disebut dengan cyberbullying. Cyberbullying dalam dunia maya berpengaruh besar pada kehidupan remaja, dalam hal ini Willard (2004) dalam Juvonen (2008) menyatakan tidak ada jalan keluar dalam cyberbullying (no escape). Juvonen (2008) juga menjelaskan para remaja enggan memberitahu orang tua mereka mengenai insiden-insiden online yang terjadi pada mereka disebabkan mereka tidak mau orang tua membatasi kegiatan online mereka. Oleh karena itu, Juvonen berkesimpulan cyberbullying bisa menjadi beban bagi para remaja karena dapat terjadi untuk waktu yang lama. Tindakan cyberbullying pada internet khususnya pada media sosial tidak mengarah kepada perempuan saja atau laki-laki saja, dengan kata lain cyberbullying tidak mengenal jenis kelamin (gender). Juvonen (2008) dan Patchin & Hinduja (2012) menyatakan bahwa cyberbullying tidak mengenal jenis kelamin. Dalam pemaparan Lindfors et al (2012), beberapa penelitian menunjukan keseimbangan dalam hal siapa yang menjadi korban cyberbullying baik laki-laki maupun perempuan. Menurut Patchin & Hinduja (2012), seseorang yang menjadi korban cyberbullying adalah seseorang yang juga menjadi korban bully di sekolah. Adapun para pelaku cyberbullying adalah orang-orang yang cenderung agresif dan sering melanggar aturan (Ybarra & Mitchell, 2007, dalam Hinduja & Patchin 2012). Menurut Ayuningtyas (2013), perilaku cyberbullying di Indonesia sebenarnya adalah masalah baru seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Belum banyak penelitian yang memfokuskan diri untuk mengangkat masalah ini sehingga kasus cyberbullying ini juga tidak dapat terungkap kepermukaan seluruhnya, padahal dampak kaus ini cukup berbahaya.

Analisa Kasus dan Solusi 

Masalah cyberbullying yang dihadapi Sonya Deari ini cukup parah. Tak berapa lama video nya tersebar, ayah Sonya pun meninggal dunia. Ayah Sonya terkena serangan jantung akibat menonton video Sonya yang sedang memarahi polisi wanita tersebut. Dalam kasus ini, ada dua hal yang mungkin bisa disoroti, pola asuh orang tua dan kasus cyberbullying itu sendiri. Orang tua harusnya dapat menananmkan nilai budi ekerti terhadap anak sedari kecil, menjaga dan mengawasi anak pada era yang sangat modern ini agar tidak terjermus ke dalam perilaku yang negatif. Mungkin dapat dilakukan terapi keluarga agar setiap anggota keluarga mengerti apa yang diinginkan anggota keluarga lainnya. Cyberbullying sendiri sudah banyak terjadi di belahan dunia, termasuk Indonesia. Kiranya masyarakat yang menggunakan internet agar lebih bijak lagi dalam penggunaannya. Apabila melihat kasus seperti Sonya di internet sekiranya apabila ingin menasihati dengan kata-kata yang bijak dan baik, bukan dengan mencaci maki.



Sumber

Sabtu, 08 Oktober 2016

Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi

 Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. RoscoeDavis adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya. Keberhasilan suatu sistem informasi yang diukur berdasarkan maksud pembuatanya tergantung pada tiga faktor utama, yaitu : keserasian dan mutu data, pengorganisasian data, dan tatacara penggunaanya.untuk memenuhi permintaan penggunaan tertentu, maka struktur dan cara kerja sistem informasi berbeda-beda ber gantung pada macam keperluan atau macam permintaan yang harus dipenuhi.

Berdasarkan dari uraian diatas, sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi  mengenai perkumpulan data yang terorganisasi  beserta tata cara penggunaannya yang lebih jauh dari sekedar penyajian, mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi  harian, mendukung operasi, bersifat manajerial kegiatan strategi dari suatu organisasi dan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 

Psikologi

Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. 

Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis. 
  1. Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 --> Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung. 
  2. Richard Mayer -->  Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
  3. Wilhem Wundt & E.B Titchener --> Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak. 
  4. Allport --> Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.
Berdasarkan uraian diatas, psikologi adalah ilmu tentang jiwa yang meliputi pembelajaran tentang perilaku manusia dan binatang beserta analisis mental dan struktur daya ingat yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya, seperti panca indra, pikiran, perasaan, dan kehendak karena dipengaruhi kehadiran orang atau objek lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung. 

Sistem Informasi Psikologi

Dari uraian dan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai pengertian sistem informasi psikologi, yaitu suatu sistem dalam suatu organisasi mengenai perkumpulan data yang terorganisasi  beserta tata cara penggunaannya mengenai ilmu yang mempelajari  jiwa, perilaku manusia dan binatang, serta struktur daya ingat dan mental melalui panca indra, pikiran, perasaan dan kehendak karena adanya manusia atau objek lain yang mempengaruhi secara aktual, dibayangkan atau hadir tidak langsung, dengan cara mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi  harian, mendukung operasi dan kegiatan strategi yang disajikan dengan laporan-laporan yang diperlukan.  

SUMBER

http://www.ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55:psi&catid=39:msi&Itemid=57
http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/
http://blog2future.blogspot.com/2013/10/pengertian-sistem-informasi-psikologi.html